Mengapa Service AC Mahal

Mengapa Service AC Mahal
Mengapa Service AC Mahal
Hal yang sering dikeluhkan oleh pengguna alat pendingin adalah mengapa service AC mahal. Bahkan bukan hanya AC saja, lemari pendingin (kulkas), Freezer dan alat pendingin lainnya pun sama, yaitu para konsumen mengeluh dengan biaya yang mahal. 
Penulis sangat yakin, anda pasti pernah menelepon Teknisi Pendingin yang di dapatkan hasil dari googling, pencarian via medsos atau pun selebaran yang anda dapatkan dari brosur yang dibagikan atau yang menggantung di pagar anda. 
Katakanlah pada waktu itu anda menelepon teknisi tersebut dengan maksud menanyakan harga perbaikan AC atau kulkas anda yang rusak ataupun biaya perwatannya. Namun setelah anda tahu harga yang di informasikan, tidak sesuai dengan anggaran yang anda miliki, dan pada waktu itu anda berpikir itu kerusakan sepele dan mudah diperbaiki atau dilakukan sendiri. Penulis menganggap ini hal yang wajar, namun izinkan penulis memberikan pencerahan mengapa service AC itu Mahal.  

Berikut ini penulis akan menjelaskan dan menjabarkan, mengapa tarif yang diberikan oleh teknisi pendingin itu mahal. 

1. Sertifikasi dan Izin Jasa Elektronika (IJE)

Yang perlu anda ketahui, mulai tahun 2020, Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) Republik Indonesia sudah menentukan bahwa setiap teknisi harus mengikuti sertifikasi yang telah di uji kompetensi oleh LSP Elektronika di bawah naungan Badan Nasional Sertifikasi profesi (BNSP). Maka, sertifikasi tersebutlah yang menjadi syarat untuk memperoleh Izin Jasa Elektronika (IJE). 
Nah, tentunya anda bisa paham, bahwa jika dilakukan pengujian oleh BNSP berarti setiap teknisi pendingin harus memiliki keahlian yang telah disesuaikan atau distandarisasi oleh penyelenggara sertifikas. Maka menjadi syarat, bahwa untuk menjadi seorang teknisi harus memilki kecakapan teori ataupun skill. 
Tarif seorang teknisi tentunya sudah diatur atau distandarkan oleh Kementrian Lingkungan Hidup Republik Indonesia ataupun Asosiasia/perkumpulan pendingin di Indonesia. Sebagai contoh untuk biaya Cuci AC, kategori perawatan AC, harga yang telah distandarkan adalah Rp. 150.000,-. Namun yang terjadi dilapangan, banyak teknisi yang masih menggunakan tarif mulai dari Rp. 85.000,- sampai dengan Rp. 125.000,-. 
Catatannya, dengan harga di atas si teknisi tidak akan menawarkan untuk menambah atau isi gas refrigerant (Freon). Karena Freon yang berkurang atau habis, sudah bisa dipastikan karena ada kebocoran, yang bisa saja kebocoran kecil (Halus) atau kebocoran besar. 
Jika anda memperoleh harga dibawah tersebut, anda bisa mencurigai kinerjanya. Karena sudah bisa dipastikan anda akan menambah Freon. Sebagai ilustrasi : 
Mengapa Service AC Mahal
Tukang AC VS Teknisi AC

Dari ilustrasi diatas silahkan berasumsi mengapa harga yang diberikan Tukang AC lebih murah? :
Tukang AC (Tuser) tidak memiliki izin, sehingga Tuser tidak ketakutan dengan izin yang dicabut. Jadi seandainya ada customer yang melaporkan ke perlindungan konsumen maka tuser tidak akan ketakutan izin jasa elektronika nya dicabut, Karena memang tidak membuatnya. Selain itu Tuser berawal dari kenek atau helper yang mendapatkan keterampilan perbaikan mesin pendingin dari teknisi dan belum tentu yang dikatakan teknisi tersebut telah tersertifikasi. 
Dalam hal ini penulis berpesan kepada para konsumen, mintalah identitas atau kartu LSP elektronika yang berisikan IJE dari teknisi yang anda undang ke rumah sebelum melakukan pekerjaannya pastikan juga bahwa izin tersebut tidak kadaluarsa. Karena sudah pasti pekerjaan yang dilakukan pada waktu itu bergaransi dan anda tidak salah memilih teknisi. 


2. Alat Service AC

Mulai tahun 2017 setiap konsumen sudah bisa melihat berapa harga alat-alat yang wajib dimilki oleh seorang teknisi secara online, baik melaui Marketplace, maupun google di web browser atau mobile browser. Selain itu konsumen dapat menghitung berapa nominal dari jumlah alat yang ada di dalam tool box atau toolkit seorang teknisi. Tentunya tidaklah murah, dan terpenting mahir dalam menggunakannya.  Dari hal tersebut Mungkin bisa terbayang, seberapa mahalnya dan seberapa beratnya tool box atau tool kit yang musti dibawa oleh seorang teknisi menuju rumah konsumen. Maka penulis mengajak para pembaca mencoba mengkalkulasikan dan membayangkan beratnya. Selain itu sudah barang tentu alat yang dibawa belum tentu dipakai semua. Apalagi konsumen yang pada saat diminta keterangan unit yang dipakai, tidak bisa menjelaskan spesifikasinya. Sehingga si teknisi harus membawa alat selengkap-lengkapnya  


3. Resiko Kerja

Resiko kerja seorang teknisi pendingin sangatlah besar, terutama dekat dengan sumber listrik. Sudah menjadi ketentuan bahwa setiap kali melakukan kegiatan perbaikan atau perawatan, seorang teknisi diwajibkan menggunakan helm, kacamata, masker, earplug, sarung tangan, sepatu, dan sit harness. Namun pada kenyataannya tidaklah mungkin seorang teknisi mengunakan sepatu di dalam kamar konsumen yang dikarenakan tidak akan diizinkannya seorang teknisi menggunakan sepatu di dalam kamar oleh konsumen selaku pemiliki rumah. Maka sudahlah jelas, bahwa teknisi yang anda undang sudah memulai resikonya pada saat memulai pekerjaan di rumah anda. Boleh dikatakan teknisi yang anda undang sedang bertaruh nyawa di rumah anda.  
Selain itu konsumen pada umumnya sering ingin tahu, bagaimana teknisi bekerja menyelesaikan atas permasalahan yang diminta atau dikeluhkan konsumen. Dalam hal ini sesungguhkan konsumen sudah mengganggu kelancaran teknisi bekerja.

4. Harga Unit 

Tidak lah sama anda memiliki mobil mewah dengan mobil angkutan. Jelas dari ilustrasi tersebut menggambarkan, untuk tidak memukul rata biaya servicenya. Karena semakin canggih unit pendingin yang anda miliki, maka semakin mahal biaya perbaikan atau perawatannya. Inilah yang menjadi dasar dari harga yang cukup mahal atau memiliki perbedaan. 
Sebagai contoh lazimnya setiap teknisi memberikan harga perwatan AC Inverter lebih mahal dibandingkan dengan AC konvensional. Hal tersebut disebabkan AC inverter cendrung “Cengeng”, jika teknisi yang tidak paham proses perawatannya bisa menyebabkan AC inverter tersebut mati total. Maka sudah jelas, bahwa teknisi harus mengganti kerusakan tersebut. Perlu diketahui bahwa AC inverter pasti dibeli dengan harga yang cukup mahal karena memiliki perubahan AC ke DC dan kembali ke AC dalam daya yang lebih kecil. Karena teknologi inilah AC inverter memiliki harga yang mahal dibandingkan dengan AC konvensional. tentunya dari hal ini anda bisa paham mengapa biaya perawatan AC konvensional lebih murah dari AC Inverter?. Sebagai informasi, kita bisa melihat bahwa harga yang tawarkan oleh TIPAR JAYA TEKNIK untuk perawatan AC 0.5 PK sampai dengan 1 PK konvensional adalah Rp. 85.000,00 sedangkan untuk AC Inverter 1 PK adalah Rp. 100.000,00

5. Garansi 

Ada garansinya gak pak?

Inilah hal yang paling penting setiap anda melakukan perbaikan atau pembelian sparepart. Namun pernahkah anda tahu, sesungguhnya teknisi tidak diberikan garansi oleh pihak principle? Tentunya tidak, tetapi setiap teknisi selaku penyedia layanan pasti ingin memberikan kenyaman pagi para konsumen yang mengundangnya. Tentunya dalam memberikan purna jual, teknisi sudah menghitung sedemikian rupa biaya yang harus anda bayarkan. Sehingga, jika terjadi kembali komplain dari pelanggan teknisi akan sigap menerima keluhan atas pekerjaan yang telah dikerjakannya tersebut.
Lazimnya setiap teknisi akan memberikan jaminan garansi mulai dari 7 hari sampai dengan 30 hari atau disesuaikan dengan kesepakatan yang telah disepakati antara teknisi dengan konsumen. 

Demikian tadi penjelasan Mengapa Service AC itu Mahal, semoga para konsumen bisa memahami tulisan yang telah penulis buat. Selain itu penulis menyarankan, gunakan Jasa Service AC di depok, Service AC di Cibubur, dan Service AC terdekat di Tipar Jaya Teknik, yang sudah jelas memilki Izin Jasa Elektronika yang telah dikeluarkan oleh LSP Elektronika yang ada dibawah naungan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

LihatTutupKomentar